Refban

Sabtu, 26 Juli 2008

unhappy faces

Wajah wajah yang tidak bahagia. Kurang lebih begitulah arti subyek di atas.
Ada apa sebenarnya yang terjadi di sini. Setiap hari yang kualami di sini hanyalah rutinitas yang hanya itu itu saja. Terasa begitu membosankan.
Bagaimana caranya menyiasati situasi seperti ini?
Teman yang sudah lama bekerja di sini pernah berkata bahwa memang begitulah situasi di sini, menurut pendapatku mereka sangat senang jika bos tak di kantor.

Minggu, 20 Juli 2008

Talk to the moon

In the silent night, when most people are slept away. I talk to the moon or anything i can talk to, just like this time.
Do you know why? because no one can listen the voice of my heart.

Senin, 07 Juli 2008

STRANGE FEELING

I think it‘s a strange feeling. in my team, i am just a member. it feels like ignored member. they always talk each other, and then i go to find other group to join.

Jumat, 20 Juni 2008

Kantor Baru 2008

Halo, apa kabar?

Kembali hari ini saya mengupdate blog yang hampir terlupakan selama 5-6 bulan terakhir.

Mungkin sudah jalannya seperti ini, saya tidak lagi berkantor di kuningan plaza, 3 Maret 2008 berakhir masa kerja saya di TGI setelah memalui masa masa yang penuh kejutan, akhirnya saya lulus juga.

Akan saya ceritakan di lain bagian tentang pengalaman saya dengan orang-orang yang ada di kantor itu.

Malam 5 Maret 2008 saya telpon Santi protindo menanyakan kebenaran tentang adanya lowongan kerja di sana.
Besoknya saya datang, test dan interview lalu deal diterima segera, api saya minta mulai tgl 17 Maret 2008.

Hingga hari ini sya masih menjalani masa probation. Semoga saya bisa menjalaninya dengan lancar tanpa masalah yang berarti.

Thank you anyway.
Thanks for read me.

Kamis, 27 Desember 2007

Seni Membangun Hubungan

Kamis, 27-Desember-2007

Seni Membangun Hubungan

Oleh : Steven Agustinus


Berbicara tentang membangun hubungan berarti berbicara tentang membangun komunikasi. Dalam berkomunikasi, ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan, salah satunya adalah pemilihan kata. Jika pemilihan kata yang digunakan keliru, orang yang kita ajak berkomunikasi akan enggan untuk membangun hubungan dengan kita. Ini bukan hanya berlaku dalam ruang lingkup dunia kerja, melainkan seluruh aspek hidup kita.Lalu, selain pemilihan kata, pemilihan intonasi yang tepat juga sangat penting. Meskipun kita mempergunakan kata-kata yang bagus dan menarik, intonasi yang salah akan membuat kata-kata tersebut memiliki arti yang berbeda.
Etika dalam membangun hubungan
Ada beberapa etika yang perlu diperhatikan dalam membina suatu hubungan. Pertama, pastikan kita mengenali dengan siapa kita sedang berhubungan, karena dengan sendirinya kata-kata dan intonasi yang kita gunakan akan diselaraskan dengan orang yang kita ajak berkomunikasi tersebut. Ketika kita bisa mengenali siapa yang kita ajak berkomunikasi, secara otomatis kemampuan kita untuk membangun hubungan akan meningkat.Etika yang kedua adalah cara kita melakukan pendekatan. Kadang kala ada orang-orang yang ingin langsung akrab ketika pertama kali berkenalan sehingga orang yang diajak bergaul merasa risih (pendekatan dirasa berlebihan).
Akibatnya, kualitas hubungan yang diharapkan tidak akan terwujud.Yang ketiga, ketika kita mengajukan pertanyaan atau lontaran, ajukanlah pertanyaan atau lontaran yang sesuai dengan kualitas hubungan yang sudah terbangun saat itu. Pertanyaan yang bersifat pribadi yang dilontarkan kepada orang yang belum terlalu dekat dengan kita dapat membuat orang yang bersangkutan menarik diri. Ini semua adalah aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam membangun sebuah hubungan.
Ada orang-orang yang memang tidak memiliki ‘kamus kosakata' yang cukup luas, sehingga mereka menjadikan hal tersebut sebagai alasan - sering kali dengan kalimat "Saya ini ya memang begini". Sebagai akibatnya, kata-kata yang mereka gunakan sering kali terdengar negatif bagi orang-orang lain yang diajak berbicara.
Kadang kala hal ini tidak terlepas dari faktor pendidikan dan lingkungan di mana orang tersebut dibesarkan. Ada orang-orang tertentu yang celetukan-celetukannya terdengar kasar bagi orang banyak, tapi ia sendiri tidak menyadarinya. Itu sebabnya kita perlu mengembangkan wawasan dan cara berpikir kita. Jangan bergaul dengan orang lain berdasarkan point of view yang kita miliki belaka; kita juga perlu belajar membangun hubungan dengan orang lain dari point of view orang yang bersangkutan.Mungkin kita bisa mengajukan pertanyaan ini kepada diri kita sendiri: "Jika saya melontarkan pernyataan/pertanyaan ini, apakah orang lain akan merasa ‘terganggu/diserang/dilecehkan/dilukai' oleh lontaran saya itu?"
Karenanya, pastikan kita menjadi orang yang senantiasa terbuka dan mau belajar, sehingga kita memiliki kerelaan untuk berubah. Tanpa berusaha membangun hubungan dengan orang lain dari point of view orang yang kita ajak bergaul, kita tidak akan pernah memiliki kualitas hubungan yang baik dengan siapapun, karena adakalanya point of view yang kita miliki keliru atau dangkal. Membuka diri untuk mempelajari kultur yang dianut oleh masyarakat luas dan banyak membaca (sehingga kosakata kita menjadi lebih banyak) adalah hal-hal yang sangat penting, karena kedua hal ini akan menolong kita dalam membangun hubungan.
Masalah yang sering terjadi dalam dunia kerja adalah masalah antara atasan dengan bawahan. Seorang bawahan seharusnya dapat membangun hubungan yang baik/hangat dengan atasannya tanpa mengurangi rasa respek terhadap si atasan.
Ini kembali mengacu kepada kemampuan kita untuk bisa mengenali dengan siapa kita sedang berbicara dan berada di level hubungan manakah kita saat ini. Untuk membangun sebuah hubungan dibutuhkan waktu, dan kadang kala ada ‘investasi' tertentu yang perlu kita lakukan.Contoh: Jika kita membangun hubungan pada level formalitas (di mana pembicaraan hanya berkisar mengenai pekerjaan belaka), kita tidak akan pernah bisa menjadi lebih akrab dengan atasan kita. Tapi dengan melakukan investasi waktu atau uang (misalkan kita mengundang atasan untuk makan siang bersama), kita akan mulai dapat bercakap-cakap di luar topik pekerjaan. Perbincangan akan menjadi lebih santai dan bervariasi, sehingga menolong terciptanya sebuah hubungan yang wajar.
Dengan berjalannya waktu, kedekatan antara pemimpin dan bawahan akan terbangun secara alamiah.Pada saat yang sama, kita tetap perlu memegang prinsip keprofesionalan kerja. Saya mendapati, kadang kala ketika seorang bawahan sudah mulai dekat dengan atasannya, etika antara bawahan dan atasan cenderung ‘memudar' karena si bawahan mulai menganggap atasannya ‘sepadan' dengan dirinya. Selain itu, seorang bawahan yang mulai dekat dengan atasan biasanya menjadi sulit untuk menerima koreksi atau teguran dari sang pemimpin.
Akibatnya, kualitas hubungan yang sudah terbangun justru menjadi rusak karena pemimpin mulai menarik diri ketika bawahannya melanggar batasan etika yang ada.Jika sebagai bawahan kita membangun hubungan dengan pemimpin tanpa motivasi tertentu -kadang kala saya mendapati ada bawahan yang mencoba membangun hubungan dengan atasannya demi kepentingan terselubung-, kualitas hubungan yang kita miliki jauh lebih berarti daripada kualitas hubungan seorang bawahan yang hanya ingin ‘menjilat' pemimpinnya. Ketika kita membangun hubungan dengan tulus sebagai sahabat tanpa meninggalkan etika keprofesionalan kerja, saya percaya kualitas hubungan seperti ini jauh lebih berarti. Itu sebabnya, kita perlu mengenali hingga sejauh mana kita harus membangun hubungan dengan seorang pemimpin dan bagaimana kita bisa tetap menjaga keprofesionalan kerja.
Meski sudah cukup dekat, kita tetap harus menyadari bahwa -bagaimanapun juga- seorang pemimpin berhak untuk menegur dan mengoreksi kita ketika ia menemukan kekurangan atau kesalahan dalam cara kerja kita.Seorang pemimpin seringkali memiliki mindset yang berbeda dengan seorang bawahan. Seorang pemimpin juga memiliki keprofesionalan kerja yang jauh lebih tinggi dari seorang bawahan. Pemimpin selalu menuntut hasil kerja, sementara bawahan seringkali tidak terlalu memperhatikan hasil kerja melainkan hak yang bisa mereka dapatkan.
Bergaul dengan seorang pribadiKeprofesionalan kerja harus tetap dijaga, bahkan di luar area atau jam kantor.
Seringkali kita menganggap apa yang kita lakukan di dalam dan di luar kantor adalah dua hal yang berbeda. Sesungguhnya hal ini tidak boleh terjadi, karena kita sedang bergaul dengan seorang pribadi yang sama dan bukan hanya dengan satu jabatan tertentu. Jika kita bergaul dengan seorang pribadi, artinya kita harus menghargai orang tersebut karena keberadaannya, bukan karena posisinya. Demikian pula dengan pemimpin, ia juga harus menghargai bawahannya sebagai seorang pribadi.Ketika seorang atasan ingin membangun hubungan yang sehat dengan bawahannya, ia perlu memposisikan diri sebagai atasan yang tidak bossy. Seorang atasan yang bossy cenderung untuk mengeksploitasi/memanfaatkan orang-orang yang ada di bawahnya, sementara seorang atasan yang mengambil posisi untuk memimpin justru akan menanamkan nilai-nilai yang baik dan sehat, atau -menurut istilah saya- menjadi ‘sumber input' bagi bawahannya.
Membangun hubungan dengan orang yang pendiam adalah sesuatu yang agak sulit. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi pendiam, salah satunya adalah karena orang tersebut beranggapan "Memang inilah karakter/pembawaan saya." Yang perlu kita lakukan adalah belajar untuk menyelami kepribadiannya dan menemukan penyebab ke-diam-annya. Seseorang dapat menjadi pendiam karena merasa kurang nyaman atau kurang aman, disebabkan peristiwa-peristiwa negatif yang bersifat traumatis. Jika ia menjadi pendiam karena faktor insecurity, kita perlu belajar untuk menjadi ‘dekat' dengannya terlebih dahulu. Kita perlu membangun hubungan dan menginvestasikan waktu untuk bergaul dengannya, dan dengan sendirinya kita akan bisa ‘masuk' ke dalam hatinya. Ketika ini terjadi, komunikasi dan hubungan akan bertumbuh secara normal.
Namun jika sifat pendiam tersebut disebabkan oleh kebiasaan, kita perlu memberikan lontaran atau pertanyaan yang menuntut penjelasan dari orang tersebut. Memang hal ini bisa membuat orang yang bersangkutan merasa kurang nyaman, karena orang pendiam biasanya memiliki kesulitan untuk memunculkan isi hatinya dalam wujud kata-kata. Jadi, kunci yang paling utama untuk membangun hubungan dengan orang pendiam adalah menjadi sahabatnya terlebih dahulu -- bisa diterima olehnya tanpa dicurigai melanggar batasan pribadi yang ia miliki.
Seorang atasan bisa membangun hubungan dengan bawahannya, bahkan jika usianya lebih muda dari usia bawahannya.
Secara pribadi, saya banyak membangun hubungan dengan orang-orang yang jauh lebih tua dari saya. Tapi karena saya memposisikan diri sebagai pemimpin (dan dia betul-betul melihat saya sebagai seorang pemimpin), keprofesionalan kerja dapat terjaga dan orang yang bersangkutan tetap bisa menghargai saya sebagai orang yang memimpin hidupnya dan layak menerima respek darinya.
Integritas dalam hubunganDalam
menjalin hubungan, integritas adalah hal yang sangat penting, karena dengan integritas yang terjaga hubungan yang ada akan tetap sehat. Ketika salah satu pihak gagal menjaga integritas, pihak lainnya akan merasa dimanipulasi atau dimanfaatkan. Kadang kala memang ada orang-orang tertentu yang lebih rela mempertaruhkan (bahkan membuang) integritas demi kesetiakawanan. Satu hal yang pasti, setia kawan tidak boleh melampaui batasan-batasan kebenaran. Jangan sampai hanya gara-gara setia kawan, kita justru menghancurkan integritas kita sendiri. Seorang sahabat yang baik tidak akan menjatuhkan/menjerumuskan sahabatnya sendiri -apalagi sampai si sahabat kehilangan integritas hidupnya- karena integritas adalah aspek yang sangat penting dalam dunia kerja dan dunia profesional. Hidup tanpa integritas tidak ubahnya tubuh yang cacat. Karena itu, jika Anda mendapati orang yang Anda anggap sebagai sahabat mulai menuntut Anda untuk meninggalkan integritas, Anda perlu mempertanyakan kualitas persahabatan Anda dengan orang tersebut.
Sebagai bawahan, kadang kala kita dilanda kebimbangan jika atasan menyuruh melakukan sesuatu yang jelas-jelas salah. Contohnya, menggandakan laporan keuangan perusahaan demi menghindari pajak.
Jawaban atas kasus ini tidak boleh diberikan kepada satu pihak saja; jawaban ini harus berbicara kepada kedua belah pihak, baik bawahan ataupun atasan. Kita perlu hidup berdasarkan prinsip, yaitu prinsip kebenaran. Sebagai pemimpin, saya mendapati bahwa saat saya menggunakan prinsip kebenaran sebagai patokan standar kerja, ada banyak keuntungan yang dapat saya nikmati. Sebagai bawahan, jika kita hidup berdasarkan prinsip kebenaran, ada banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh. Memang akan selalu ada resiko dalam setiap ucapan, tindakan dan pengambilan keputusan yang kita lakukan. Pertanyaannya, apakah resiko tersebut akan menuntun kita untuk terus naik, atau justru sebaliknya? Apakah resiko yang kita ambil akan memberikan keuntungan jangka panjang, atau hanya keuntungan sesaat? Resiko yang hanya memberi keuntungan sesaat justru akan menjadi bumerang di kemudian hari, yang meruntuhkan semua hasil kerja yang sudah bertahun-tahun dibangun dengan jerih lelah dan keringat. Karena itu, apapun posisi Anda saat ini -- baik sebagai pemimpin maupun karyawan, mari bangun hidup dan pekerjaan kita dalam prinsip kebenaran. Meski tampaknya progresifitas kita tidak sesignifikan orang-orang yang memakai cara-cara kotor, pertumbuhan yang kita alami akan langgeng adanya.
Orang yang membangun hidup dan karir dengan cara-cara ‘kotor' akan mendapati -pada satu titik tertentu- semua yang mereka bangun runtuh begitu saja, tetapi kita akan terus melanjutkan perjalanan dengan sejahtera, dan hasil yang kita nikmati permanen sifatnya. Oleh sebab itu, jika pemimpin menyuruh Anda melakukan hal-hal yang melanggar hati nurani, saya menyarankan Anda berbicara kepada pemimpin dan menyampaikan apa yang ada dalam hati Anda. Jangan langgar hati nurani Anda. Resiko dimutasi atau dipecat pasti ada, tapi percayalah, ada banyak pemimpin lain (bahkan perusahaan besar) yang mencari orang yang jujur. Kalau pun kita kehilangan posisi karena kejujuran kita, yakinlah, Tuhan itu adil dan Ia tidak akan tinggal diam.
Kalau saat ini Anda sedang mengalami situasi seperti di atas, lihatlah ini sebagai ‘masa persiapan' untuk mengalami promosi yang lebih besar -- sama seperti pegas yang semakin ditekan akan semakin melompat tinggi. Saya percaya itulah yang akan terjadi atas orang yang membangun hidup di atas dasar kebenaran. Jangan pernah mengkompromikan integritas, dan jangan pernah kompromikan kebenaran.
Sebuah hubungan akan selalu memperluas cakrawala dan wawasan kita.
Semakin banyak kita berteman, semakin banyak kita membangun hubungan dengan orang lain (dalam kualitas yang lebih baik dari biasanya), kesempatan untuk meraih kesuksesan juga semakin besar. Karenanya, jangan pernah membatasi diri; bukalah hati Anda selebar-lebarnya dan milikilah sahabat sebanyak mungkin. Pastikan Anda menjadi sahabat bagi banyak orang, karena dengan demikian akan ada banyak orang yang menjadi sahabat bagi Anda. Sahabat akan selalu menjadi orang pertama yang menolong kita ketika kita membutuhkannya. ~
www.kesuksesan-sejati.blogspot.com ~

Rabu, 19 Desember 2007

Pentingnya Penghargaan Diri

Artikel Anda
Rabu, 19-Desember-2007; 08:44:43 WIB
Pentingnya Penghargaan Diri
( 0 Komentar )
Oleh : suhardi


Mungkin Anda mengetahui tentang self-esteem atau dalam bahasa indonesia berarti penghargaan diri. Penghargaan diri berarti suatu sikap bagaimana Anda memandang diri Anda sendiri serta bagaimana Anda memperlakukan diri Anda sendiri. Penghargaan diri merupakan salah satu faktor penting yang akan menentukan kesuksesan atau kegagalan dan kebahagiaan atau ketidak-bahagiaan dalam hidup Anda karena penghargaan diri akan mempengaruhi Anda baik Anda sadari maupun tidak.

Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang penghargaan diri ini, saya akan mengajak Anda untuk membaca sebuah lirik lagu yang luar biasa. Lagu ini sudah cukup lama lebih kurang 10 tahun lalu. Lagu ini memiliki makna tentang penghargaan diri. Mugkin beberapa dari Anda pernah mendengar lagu berjudul "STAY THE SAME" oleh Joey Mc. Intyre.

STAY THE SAME

Don't you ever wish, you were someone else

You were meant to be the way you are exactly

Don't you ever say, you don't like the way you are

When you learn to love yourself, you better off by far

And I hope you always stay the same

Cause there's nothing ‘bout you I would change

I think that you could be whatever you want to be

If you could realize all the dream you have inside

Don't be afraid if you got something to say

Just open up your heart and let it show you the way

Don't you ever wish, you were someone else

You were meant to be the way you are exactly

Don't you ever say, you don't like the way you are

When you learn to love yourself, you better off by far

And I hope you always stay the same

Cause there's nothing ‘bout you I would change

Believe in yourself, reach down inside

The love you find will set you free

Believe in yourself, you will come alive

Have faith in what you do, you'll make it through

Don't you ever wish, you were someone else

You were meant to be the way you are exactly

Don't you ever say, you don't like the way you are

When you learn to love yourself, you better off by far

And I hope you always stay the same

Cause there's nothing ‘bout you I would change

No there's nothing ‘bout you I would change

Dibawah ini adalah arti dari lirik tersebut:

jangan pernah berharap kamu ingin menjadi orang lain.kamu ditakdirkan untuk menjadi diri Anda sendiri.jangan pernah kamu katakan bahwa kamu tidak menyukai dirimu.ketika kamu belajar mencintai dirimu, kamu akan jauh labih baik.dan saya berharap kamu selalu tetap sama.karena tidak ada yang perlu saya ubah dari dirimu. saya berpikir kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan.jika kamu menyadari semua impian yang kamu miliki dalam dirimu.jangan takut jika kamu mempunyai sesuatu untuk dikatakan.bukalah hati Anda dan biarkan ia menunjukkan jalannya kepadamu. percayalah kepada dirimu, masuklah kedalam.cinta yang kamu temukan akan membebaskanmu.percayalah kepada dirimu, kamu akan hadir.

milikilah kepercayaan terhadap apa yang kamu lakukan, kamu akan bisa melakukannya.

Jadi, penghargaan diri sangat menentukan sikap kita terhadap diri kita sendiri. Kita sendiri yang menaikkan dan menurunkan penghargaan terhadap diri kita. Tanyalah kepada diri Anda apakah Anda merasa baik terhadap diri Anda, mencintai diri Anda atau sebaliknya merasa buruk dan bahkan membenci serta tidak menyukai diri Anda sendiri. Ketika Anda merasa buruk dan tidak menyukai diri Anda, bagaimana perlakuan Anda terhadap diri Anda sendiri. Ketika Anda merasa baik dan mencintai diri Anda, bagaimana sikap dan perlakuan yang Anda berikan terhadap diri Anda.

Sebagai ilustrasi coba bayangkan seseorang yang tidak Anda sukai. Kemudian tanyakan kepada diri Anda sendiri bagaimana perasaan, sikap, dan tindakan Anda terhadap orang tersebut. Pasti tidak baik bukan. Anda cenderung untuk tidak menghiraukan, tidak peduli, tidak menyukai, bersikap tidak baik, memandang rendah dan sebagainya. Tentunya Anda merasa tidak enak dan tidak nyaman bersama orang tersebut serta berharap untuk tidak bertemu dengannya. Sebaliknya bayangkan kembali seseorang yang sangat Anda sukai atau cintai, pasangan atau pacar yang Anda kasihi. Tanyakan diri Anda bagaimana perasaan Anda terhadapnya, bagaimana sikap dan perlakuan Anda terhadapnya. Pasti sangat baik bukan. Ketika Anda bersama orang yang Anda cintai, Anda cenderung bersikap sangat baik terhadapnya, menyayanginya dan memperhatikannya. Anda akan melakukan apapun untuk membahagiakannya, Anda akan melakukan dan menjadi yang terbaik untuknya. Anda tidak akan melakukan hal-hal yang membuatnya kecewa, Anda merasa nyaman dan bahagia bersamanya dan memperlakukannya seolah-olah ia adalah orang yang penting dalam hidup Anda.

Hal tersebut juga berlaku kepada diri Anda. Jika Anda tidak menyukai diri Anda sendiri, Anda akan cenderung memiliki perasaan, sikap dan perlakuan yang juga tidak baik kepada diri Anda. Ketika Anda merasa tidak nyaman terhadap diri Anda, penghargaan kepada diri Anda akan turun yang berakibat Anda akan merasa tidak bahagia, malu, depresi, frustrasi dan marah. Ketika Anda merasakan hal negatif tersebut Anda akan menjadi tidak percaya diri. Dan ketika Anda tidak percaya diri, Anda tidak akan menggunakan seluruh kemampuan dan potensi Anda yang terbaik yang berakibat tindakan Anda cenderung tidak maksimal serta tidak memiliki energi dan antusiasme. Akhirnya ketika tindakan Anda tidak maksimal, Anda bisa menebak sendiri hasil yang akan Anda dapatkan. Ketika Anda memperolah hasil yang buruk, Anda akan semakin tidak menyukai diri Anda dan penghargaan diri Anda akan semakin menurun. Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi hidup Anda. Cobalah lihat disekeliling Anda orang-orang yang terjebak dalam depresi dan frustrasi dan amati bagaimana tindakan mereka serta kehidupan mereka.

Sebaliknya ketika Anda sangat mencintai diri Anda sendiri, Anda akan sangat bahagia dan nyaman kepada Anda sendiri yang membuat penghargaan diri Anda naik. Anda juga akan sangat percaya diri yang membuat Anda mengeluarkan semua kemampuan dan potensi terbaik Anda. Dengan kemampuan dan potensi Anda, tindakan Anda memiliki antusiasme yang membara dan hasil yang akan Anda peroleh akan membuat Anda merasa puas. Ketika Anda memperoleh hasil yang baik, penghargaan diri Anda akan semakin besar yang membuat Anda semakin percaya diri dan kesempatan Anda untuk meraih kesuksesan menjadi lebih besar. Inilah yang harus Anda pahami.

Kebanyakan orang mengeluh bahwa mereka tidak cukup baik, tidak cukup kaya, tidak cukup hebat, tidak cukup menarik, terlalu jelek, pendek, kurus, terlalu tua/muda, tidak berbakat, bodoh, bernasib sial, tidak pantas dan tidak mungkin sukses, tidak bisa dan seterusnya. Mereka mempunyai banyak alasan untuk tidak menyukai diri mereka. Mereka menggunakan alasan ini untuk menurunkan penghargaan diri yang selanjutnya menghambat mereka bertindak maksimal untuk meraih kesuksesan. Mereka selalu berharap mereka menjadi orang lain yang lebih baik dari diri mereka. Mereka terlalu malu dan tidak percaya akan kemampuan mereka.

Lihat kembali lirik tersebut, Anda tidak perlu menjadi orang lain untuk sukses. Jadilah yang terbaik dari diri Anda sendiri, lakukan yang terbaik, berikan kontribusi terbaik yang bisa Anda berikan kepada diri Anda. Percayalah kepada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa menjadi apapun yang Anda inginkan tidak peduli siapa diri Anda sekarang, apakah Anda miskin, tidak berbakat, susah dan sebagainya. Anda bisa mengubah hidup Anda sekarang juga, dan percayalah Anda bisa. Banyak orang sukses dulunya adalah orang yang susah dan miskin, banyak orang yang bodoh dan tidak berpendidikan akhirnya menjadi sukses dalam hidupnya.

Mungkin Anda pernah melihat orang yang tidak mempunyai kedua tangan tetapi bisa melukis dengan sangat indah dengan mulutnya yang kadang-kadang orang normal pun tidak mampu melukis seindah itu. Lihat juga orang-orang cacat yang berprestasi dalam olahraga. Mereka semua juga mempunyai kekurangan dalam diri mereka tetapi mereka tidak membiarkan kekurangan tersebut menghambat mereka untuk meraih impian. Mereka bisa mencapai yang terbaik dalam hidup mereka karena mereka tidak memandang rendah diri mereka. Walaupun mereka banyak kelemahan, mereka membuktikan kepada dunia bahwa mereka bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa dalam hidup mereka. Prestasi mereka kadang-kadang jauh lebih hebat daripada manusia normal. Anda harus berpikir bahwa kalau mereka saja bisa menjadi yang terbaik, mengapa Anda tidak. Mengapa Anda harus menurunkan harga diri Anda. Seharusnya Anda bisa mencapai hal-hal yang jauh lebih besar dari pada mereka. Anda mempunyai kemampuan untuk meraih apapun yang Anda ingin capai. Lakukanlah yang terbaik dalam hidup Anda. Suatu hari ketika Anda sukses Anda pasti akan percaya bahwa kekurangan Anda bukan halangan bagi Anda untuk sukses. Fokuskan kepada kekuatan dan kelebihan Anda untuk menjadi yang terbaik. Hasilkanlah sesuatu yang luar biasa untuk diri Anda. Yakinlah kalau mereka bisa melakukannya, Anda pasti lebih bisa.


suhardi

http://successkingdom.googlepages.com